Keutamaan Menunaikan Haji dan Umrah Secara Beriringan

Haji dan umrah merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada-Nya, kedua ibadah ini juga menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan meraih keberkahan hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya:
“Laksanakanlah haji dan umrah secara beriringan, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.”
(HR. At-Tirmidzi No. 810, An-Nasa’i No. 2631)


hari ini 8.40

Berikan quotes/kata kata mengenai umrah, entah itu dari hadist, dalil, atau pun ustad ustad terkenal seperti Adi hidayat dan ustad Abdul somad

Berikut beberapa kutipan tentang umrah yang bisa digunakan untuk konten carousel, poster, atau caption. Saya pisahkan antara yang bersumber langsung dari Al-Qur’an/Hadis dan yang berupa nasihat para ulama.

1. Dari Al-Qur’an

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)


2. Dari Hadis Shahih

“Umrah ke umrah berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.”

Rasulullah ﷺ
(HR. Bukhari No. 1773 dan Muslim No. 1349)


“Ikutkanlah haji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana api menghilangkan kotoran besi, emas, dan perak.”

Rasulullah ﷺ
(HR. Tirmidzi No. 810, dinilai hasan oleh sebagian ulama)


“Orang-orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu-tamu Allah. Jika mereka berdoa kepada-Nya, Allah akan mengabulkannya. Jika mereka memohon ampun kepada-Nya, Allah akan mengampuninya.”

Rasulullah ﷺ
(HR. Ibnu Majah No. 2892; dinilai hasan oleh Al-Albani)


3. Kutipan Ustaz Adi Hidayat (UAH)

“Jangan ukur kemampuanmu untuk berangkat ke Baitullah. Ukurlah kesungguhanmu untuk memenuhi panggilan Allah.”
(Disarikan dari berbagai kajian UAH tentang haji dan umrah.)


“Ketika Allah mengundang seseorang ke Tanah Suci, yang Allah lihat bukan banyaknya harta, tetapi kesiapan hati untuk memenuhi panggilan-Nya.”
(Disarikan dari ceramah UAH.)


4. Kutipan Ustaz Abdul Somad (UAS)

“Kalau Allah sudah memanggil menjadi tamu-Nya, tidak ada yang mampu menghalangi. Kalau Allah belum memanggil, sebanyak apa pun harta belum tentu bisa berangkat.”
(Disarikan dari berbagai ceramah UAS tentang haji dan umrah.)


“Umrah bukan sekadar perjalanan ke Makkah, tetapi perjalanan memperbaiki hati agar lebih dekat kepada Allah.”
(Disarikan dari kajian UAS.)


5. Kutipan Ulama

Imam Hasan Al-Bashri رحمه الله

“Tanda diterimanya suatu amal adalah ketika setelahnya seseorang menjadi lebih baik daripada sebelumnya.”

(Sangat relevan sebagai pengingat bahwa umrah seharusnya membawa perubahan akhlak.)


Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah رحمه الله

“Perjalanan menuju Allah dimulai dari hati, bukan dari langkah kaki.”
(Makna yang disarikan dari pembahasan beliau tentang perjalanan spiritual.)


6. Quotes Singkat untuk Desain

  • “Umrah bukan tentang sejauh apa perjalananmu, tetapi sedekat apa hatimu kepada Allah.”
  • “Tidak semua yang mampu dipanggil. Tetapi yang dipanggil pasti dimampukan.”
  • “Baitullah memanggil mereka yang Allah kehendaki.”
  • “Langkah menuju Ka’bah adalah langkah menuju ampunan Allah.”
  • “Berangkatlah dengan niat yang ikhlas, pulanglah dengan hati yang bersih.”
  • “Semoga setiap langkah umrah menjadi saksi taubat dan penghapus dosa.”

Catatan: Kutipan yang berasal dari Al-Qur’an dan hadis di atas memiliki rujukan yang jelas. Sementara kutipan yang dinisbatkan kepada Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad merupakan parafrasa/disarikan dari tema yang sering mereka sampaikan dalam kajian, bukan kutipan verbatim dari satu ceramah tertentu. Jika Anda membutuhkan kutipan yang benar-benar persis beserta tautan video ceramahnya, saya juga bisa membantu mencarikannya berdasarkan sumber yang spesifik.

Point kedua dari hadis, bisa kasih lafadz nya ga?

Tentu. Berikut lafaz Arab hadis pada poin kedua:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Latin:

Tābi’ū bainal-ḥajji wal-‘umrah, fa innahumā yanfiyānil-faqra waż-żunūba, kamā yanfīl-kīru khabatsal-ḥadīdi waż-żahabi wal-fiḍḍah, wa laisa lil-ḥajjatil-mabrūrati ṡawābun illal-jannah.

Artinya:

“Laksanakanlah haji dan umrah secara beriringan, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.”

Sumber:

  • HR. At-Tirmidzi No. 810
  • HR. An-Nasa’i No. 2631
  • Dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi dan shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.

hari ini 9.46

POSTER NAWAITOUR DONE_20260715_091157_0000.png

Berikan Caption dan hastag yang sesuai dengan materi yang saya kirim

📖 Caption Instagram

“Laksanakanlah haji dan umrah secara beriringan, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.”
(HR. At-Tirmidzi No. 810)

Umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan untuk membersihkan hati, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setiap langkah menuju Baitullah adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Semoga Allah memudahkan langkah kita menjadi tamu-Nya dan menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan.

🤲 Allahumma yassir lana ziyarata Baitik al-Haram wa taqabbal minna. Aamiin.

✨ Bersama Nawaitour, wujudkan perjalanan ibadah yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan.


Hashtag

#Nawaitour #NawaitourTravel #Umrah #Haji #Umrah2026 #Haji2026 #Baitullah #MasjidilHaram #Makkah #Madinah #Islam #Muslim #HadisRasulullah #PengingatIslam #Hijrah #Ibadah #TamuAllah #UmrahMabrur #HajiMabrur #TravelUmrah #TravelHaji #InspirasiIslam #KajianIslam #DakwahDigital #WisataReligi

Buatkan versi artikel

Keutamaan Menunaikan Haji dan Umrah Secara Beriringan

Haji dan umrah merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada-Nya, kedua ibadah ini juga menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan meraih keberkahan hidup.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya:
“Laksanakanlah haji dan umrah secara beriringan, karena keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.”
(HR. At-Tirmidzi No. 810, An-Nasa’i No. 2631)

Hadis ini menjelaskan bahwa haji dan umrah bukan hanya ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sebab datangnya keberkahan rezeki dan dihapuskannya dosa-dosa. Tentu, makna “menghilangkan kefakiran” bukan berarti setiap orang akan langsung menjadi kaya setelah berhaji atau berumrah. Para ulama menjelaskan bahwa Allah dapat melapangkan rezeki dalam berbagai bentuk, baik berupa harta, keberkahan hidup, ketenangan hati, maupun kecukupan yang dirasakan oleh seorang hamba.

Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira bahwa balasan bagi haji yang mabrur tidak lain adalah surga. Haji mabrur adalah haji yang dilakukan dengan ikhlas, sesuai tuntunan syariat, serta membawa perubahan akhlak menjadi lebih baik setelah kembali ke tanah air.

Bagi yang telah diberi kesempatan menjadi tamu Allah, jadikanlah setiap perjalanan ibadah sebagai momentum untuk memperbanyak taubat, memperbaiki diri, dan meningkatkan ketakwaan. Bagi yang belum berkesempatan, jangan pernah berhenti berdoa dan berikhtiar. Sebab, panggilan ke Baitullah adalah karunia yang Allah berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita untuk mengunjungi Baitullah, menerima setiap amal ibadah kita, serta menganugerahkan haji dan umrah yang mabrur. Aamiin.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *