Rahasia di Balik Warna Kain Penutup Jenazah di Masjidil Haram

Bagi umat Muslim yang pernah melaksanakan ibadah Haji atau Umrah, pemandangan prosesi salat jenazah setelah salat fardu di Masjidil Haram tentu sudah tidak asing lagi. Namun, tahukah Anda bahwa warna kain penutup yang digunakan pada tandu jenazah memiliki makna khusus?​Sistem kode warna ini diterapkan untuk memudahkan petugas dalam mengenali identitas jenazah agar proses pengurusan dan pemakaman berjalan lebih efisien. Berikut adalah penjelasan mengenai arti dari setiap warna tersebut:

​1. Warna Putih: Keadaan Ihram

Warna putih memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Kain ini digunakan khusus untuk jenazah yang wafat saat masih dalam keadaan Ihram (sedang melaksanakan rangkaian haji atau umrah).​

Maknanya: Hal ini merujuk pada ketentuan syariat di mana seseorang yang wafat dalam keadaan ihram tidak boleh diberikan wewangian dan wajahnya (bagi pria) tidak ditutup rapat, karena kelak ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah. Warna putih memudahkan petugas untuk memberikan penanganan sesuai sunnah tersebut.

2. Warna Cokelat: Laki-Laki Dewasa​

Kain berwarna cokelat merupakan pemandangan yang paling umum terlihat. Warna ini digunakan sebagai kode untuk jenazah laki-laki dewasa yang tidak sedang dalam keadaan ihram. Penggunaan warna bumi ini membantu petugas memisahkan jalur pemakaman antara pria dan wanita.

3. Warna Hitam: Perempuan Dewasa

​Sesuai dengan adat kesopanan dan identitas pakaian wanita di tanah suci yang identik dengan abaya hitam, kain hitam digunakan untuk menutup jenazah perempuan dewasa. Dengan kode warna ini, petugas dapat memastikan bahwa jenazah wanita ditangani oleh tim yang sesuai dan dimakamkan di area yang telah ditentukan.

4. Warna Hijau: Bayi dan Anak-anak

​Melihat kain penutup berwarna hijau seringkali membawa rasa haru tersendiri. Warna ini menandakan bahwa jenazah tersebut adalah bayi atau anak-anak. Hijau sering diasosiasikan dengan “burung-burung surga,” sebuah istilah yang kerap digunakan dalam tradisi Islam untuk anak-anak yang wafat sebelum baligh.

5. Warna Biru: Pengurusan Rumah Sakit

​Kain berwarna biru biasanya menandakan bahwa jenazah tersebut datang atau diurus langsung melalui prosedur pihak rumah sakit. Ini berfungsi sebagai penanda administratif bagi petugas pengurus jenazah (Mahkamah) agar koordinasi dokumen medis dan izin pemulasaraan berjalan lebih cepat.

6. Warna Kuning: Status Khusus

Warna kuning adalah yang paling jarang ditemukan. Kain ini diperuntukkan bagi jenazah yang memiliki status khusus. Status ini bisa merujuk pada tokoh penting, jenazah yang memerlukan prosedur kesehatan tertentu (karantina), atau kondisi khusus lainnya yang memerlukan perhatian ekstra dari petugas keamanan dan kesehatan setempat.

Mengapa Sistem Warna Ini Penting?

​Masjidil Haram melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia setiap harinya. Tanpa sistem kode warna ini, akan terjadi kerumitan luar biasa dalam menentukan:

​1.Siapa yang harus disalatkan lebih dulu (terutama jika ada anak-anak atau orang penting).​

2.Ke mana jenazah harus dibawa setelah salat (pemisahan ambulans pria, wanita, dan anak-anak).​

3.Prosedur syariat yang harus diterapkan (seperti jenazah ihram tadi).

​Dengan memahami sistem ini, kita tidak hanya sekadar melihat prosesi pemakaman, tetapi juga menghargai betapa tertibnya pengurusan saudara-saudara kita yang mendapat kehormatan wafat di tanah paling suci di bumi.

Jangan lupa untuk selalu mendoakan saudara-saudara kita yang wafat di tanah suci agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Konsultasi Ibadah Haji & Umrah:

WhatsApp: 081290995464

Instagram: @nawaitour.id

Nawaitu Tour & Travel – Teman Perjalanan Ibadah Anda.

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *